Keluarga PERMATETA FTP UGM 2011

Tentara pangan Indonesia .

Keluarga Departemen Pengabdian Masyarakat PERMATETA UGM

Foto Bersama dengan Masyarakat Desa Percontohan untuk Belajar Pembuatan MOCAF.

Keripik Jamur Merapi "KRPPI"

Cocok buat Oleh-oleh dan Lauk atau dll, Pemesanan dan info Hub 085643972161.

Postingan Terbaru

Cara Mengatasi Hama Lalat pada Sapi.

Pertanian Indonesia Kini dan Nanti

Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia Berbasis Teknologi Pertanian.

Rabu, 26 Oktober 2011

Cara Mengukur pH Tanah secara Tederhana


Alat dan Bahan:
  1. Kertas lakmus atau pH indikator
  2. Air aqua
  3. Gelas aqua
  4. Sendok teh
  5. Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita)
Cara pengukuran:
  1. Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,
  2. Masukkan dalam gelas aqua
  3. Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
  4. Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
  5. Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
  6. Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
  7. Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
  8. Kita akan segera tahu pH tanah kita berapa.

MUDAH BUKAN
pH tanah merupakan faktor penting dalam kesuburan tanah dan daya tahan tanaman terhadap pH itu sendiri

 Bagaimana mengatasi apabila tanah terlalu asam atau terlalu basa akan bi bahas pada entri berikutnya
terima kasih

Rabu, 17 Agustus 2011

EM-4 (Effective Micro-Organism 4)


Cara Membuat Effective Micro-organisms 4 (EM-4) sendiri
Sediakan ember yang mempunyai tutup. 
Campurkan 5 liter air pencuci beras + 5 liter air kelapa ( bisa dicari di tukang jual kelapa di pasar ) 
cincangan sayur, klu bisa  dtambah kulit jeruk + 1 butur ragi + 1 kg gula jawa yang sudah dicairkan. 
Aduk jadi satu dalam ember, tutup dan buka serta diaduk . 
Perlakuan buka, aduk dan tutup kembali ini dilakukan 4 x selang waktu 4 hari
Di hari ke 17 EM-4 sudah jadi. Sayuran bisa jadi kompos. Ok

Dengan cara memperbanyak dari benih bakteri yang ada:
Cara Pembiakan Bakteri
Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut:
Bahan dan Komposisi:
1 liter bakteri
3 kg bekatul (minimal)
¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu)
¼ kg terasi
5 liter air
Alat dan Sarana:
Ember
Pengaduk
Panci pemasak air
Botol penyimpan
Saringan (dari kain atau kawat kasa)
Cara Pembiakan:
Panaskan 5 liter air sampai mendidih.
Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata.
Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan).
Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari.
Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang 
lebih 10 menit.
Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend dari udara).
Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.
APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERTANIAN
Tanaman
Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman setahun lainnya.
Dosis dan Perlakuan
Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton per Ha. Untuk penyemprotan gunakanEM-4 sebanyak 3-10 ml per liter air dilakukan setiap satu minggu sekali, disemprotkan secara merata ke tanah dan tubuh tanaman.
APLIKASI EM-4 DI BIDANG PETERNAKAN
Manfaat :
  1. Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya.
  2. Mengurangi stres pada ternak
  3. Menyehatkan ternak
  4. Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak
  5. Meningkatkan nafsu makan ternak
  6. Menekan penyakit pada ternak
  7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak
Cara Pemakaian :
  • Sebagai air minum ternak, Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air minum setiap hari.
  • Larutkan 1 cc EM-4 per satu liter air, kemudian disemprotkan ke dalam pakan ternak.
Untuk mencegah bau kotoran dan kandang ternak, larutkan EM-4 dan Molas ke dalam air dengan perbandingan 1:1:100 kemudian disimpan dalam tempat yang tertutup rapat selama 1-2 hari kemudian dipergunakan untuk menyemprot kandang dan pada badan ternak dengan dosis 10 cc larutan dalamn 1 liter air.
APLIKASI EM-4 DI BIDANG PERIKANAN
Manfaat :
  1. Memperbaiki mutu air tambak.
  2. Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat.
  3. Menekan serangan mikroorganisme patogen.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak.
  5. Menekan hama dan penyakit
Cara Pemakaian :
  • Pada saat pengolahan dasar tambak diberikan Bokashi sebanyak 5 ton/ha, selanjutnya disiram larutan EM-4 sebanyak 4 liter/ha dan dibiarkan selama 2 minggu.
  • Pada saat masa pertumbuhan diberikan EM-4 sebanyak 16 liter per hektar.
Interval waktu pemberian EM-4 adalah 1 bulan sekali atau tergantung pada kondisi air tambak

Cobalah Sambung Samping Mangga

teknik sambung samping jarang dipakai penangkar bibit kita.
padahal cara ini mudah dilakukan. Ukuran diameter batang bawah
dan pucuk entres tak perlu sama. Tak hanya penangkar, hobiis pun
bisa melakukannya dengan tingkat keberhasilan tinggi




teknik sambung samping atau sambung sisi (side cleft grafting) ialah menyambungkan pucuk entres pada bagiansamping batang bawah. Di thailand, teknik ini banyak dipakai untuk menghasilkan bibit bermutu.
Kondisi batang bawah pada saat penyambungan masih  tetap utuh, tidak ada pengurangan daun atau pemangkasan pucuk. Dengan demikian proses penyambungan jaringan batang atas dan batang bawah berlangsung cepat. Tingkat keberhasilan penyambungan lebih baik. Tahapan pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Buat sayatan sepanjang 6cm-8cm pada bagian sisi batanga bawah
2. Kupas kulit pada bagian yang disayat dari atas ke bawah sepanjang bekas sayatan
3. Potong seperdua atau dua pertiga bagian kulit yang dikelupas, hingga sisanya berbentuk lidah
4. ambil pucuk entres sepanjang 5cm-10cm. Sebelum daun-daun yang ada di bagian itu dipangkas sampai ketiak daun
5. Sayat miring kedua sisi pangkalnya sehingga membentuk mata baji. Usahakan sayatan pada salah satu sisi lebih panjang dibanding sisi yang lain
6. Selipkan pucuk entres pada bagian kulit batang bawah yang dikupas. Posisi pangkal entres yang disayat panjang menhadap ke dalam
7. Ikat bagian sambungan dengan pita plastik dari bawah ke atas, hingga membentuk susunan genteng. Namun,ujung entres tidak sampai terbungkus plastik agar tunas tumbuh bebas
8. Smabungan berhasil bila terlihat tunas mulai tumbuh di ujung entres. ujung batang bawah dapat dipotong. Ikatan dibuka 2-3 bulan kemudian

tips and trik membuat siung pisang sama besar

sering petani pisang merasa dirugikan karena pengepul atau pembeli tidak mau menerima satu bonggol pisang.
hal itu disebabkan karena antara pisang bagian bawah(dekat jantung pisanga) lebih kecil ukurannya dibandingkan yang bagian atas. untuk mengatasi hal tersebuat ada triknya:
1.saat semua pisang sudang keluar semua.potong jantung pisang
2.ambil 2 sendok makan urea dan letakkan di bekas potongan tadi
3.tutup dengan plastik bekas potongan tadi dgn ureanya

dan dijamin siung pisang akan sama dari atas ke bawah
silahkan mencoba

Sabtu, 30 Juli 2011

Meraih Peluang, Menanam Cabai Di Musim Hujan Dengan Persiapan Ekstra



Bertanam cabai di musim hujan merupakan cara bertanam yang “melawan arus”. Namun, apabila teknik budi daya cabai di musim hujan ini berhasil maka keuntungannya tentu lumayan besar karena harga jual cabai biasanya melonjak tinggi pada musim hujan.
Meskipun dianggap tidak biasa bagi sebagian besar petani, memanen cabai di musim hujan memang merupakan dambaan setiap petani atau pengusaha pertanian karena harga jualnya sangat menggiurkan. Bobot buah cabai hasil panenan di musim hujan lebih tinggi daripada hasil panenan di musim kemarau. Namun, daya simpan cabai lebih bagus bila dipanen pada musim kemarau.
Bertanam cabai di musim hujan memerlukan persiapan ekstra. Banyak hal yang harus dipersiapkan jauh hari sebelum penanaman untuk menghadapi cuaca yang kurang bersahabat.
Usahakan panen pada saat permintaan pasar memuncak.
Agar keuntungan dapat diraih, saat tanam harus diatur sehingga puncak panen diharapkan pada saat banyak hajatan, misalnya perkawinan atau sunatan di musim hujan atau pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
Penentuan tanggal tanam bisa dihitung dengan mengurangi hari “H” puncak panen yang dimaksud dengan umur panen. Pada penanaman di dataran rendah (0-400 m dpl), seandainya Anda menanam cabai merah besar lokal maka perkiraan awal panen adalah HST. Namun, jika varietas cabai yang ditanam adalah cabai merah hibrida maka pemanenan bisa dimulai 75 HST. Untuk cabai keriting (lokal maupun hibrida) awal pemanenan dimulai sejak 95 HST. Dengan pedoman itu maka saat yang tepat untuk mengolah tanah sudah dapat diperkirakan.
Perhitungkan saat pengolahan lahan dengan puncak panen yang diharapkan.
Apabila areal penanaman berada di dataran menengah maka awal panen mundur 7-10 hari, sedangkan untuk dataran tinggi umur panen mundur selama 14-21 hari dibandingkan dataran rendah. Puncak panen diperkirakan 2-3 minggu setelah panen perdana. Jangan lupa, perkiraan yang disebutkan itu adalah sejak penanaman sehingga bila diperhitungkan sejak pengolahan tanah maka harus dihitung mundur lagi minimal 3 minggu sejak pembukaan lahan.
Sebagai contoh, seandainya Anda menginginkan pengolahan tanah dimulai pada tanggal 1 November maka kira-kira pada tang- gal 21 November lahan telah siap tertutup mulsa plastik-hitam perak (PHP). Tanggal 28 November telah siap ditanami. Seandainya Anda menanam cabai hot beauty pada ketinggian 0-400 m dpl maka panen perdana diperkirakan pada tanggal 12 Februari tahun berikutnya. Puncak panen terjadi pada tanggal 26 Februari-5 Maret.
Dengan cara menghitung mundur dari tanggal puncak panen yang diharapkan, Anda dapat memulai bertanam cabai di musim hujan. Misalnya Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 15 Januari tahun 1999. Anda berencana menanam varietas cabai keriting lokal. Puncak panen Anda harus diperhitungkan 10 hari sebelum Idul Fitri atau tanggal 5 Januari 1999 karena seminggu sebelum Idul Fitri umumnya pasar sudah mulai sepi (pedagang mudik lebaran). Karena yang Anda tanam cabai keriting maka panen perdana berarti sekitar tanggal 15 Desember 1998. Penanaman dimulai tanggal 4 September 1998 sehingga pembukaan lahan dapat diperkirakan harus dimulai pertengahan Agustus 1998.
Persiapan untuk bertanam cabai di musim hujan harus lebih matang daripada persiapan yang dilakukan di musim kemarau. Tanah media semai, misalnya, sudah harus disiapkan beberapa hari sebelumnya karena tanah yang kering tidak mungkin didapatkan di musim hujan. Tanah kering dikumpulkan sebanyak-banyaknya kemudian diayak agar butiran tanahnya seragam. Tanah-tanah hasil ayakan ini digunakan sebagai media tanam dan untuk sementara disimpan dalam karung di tempat yang sejuk dan kering.
Persiapkan sarana penanaman sejak dini.
Turus dan gelagar penopang tanaman harus tersedia sebelum penanaman dilakukan. Pada musim hujan, pertumbuhan tanaman sangat cepat karena air yang diperlukan tersedia. Keterlambatan pemasangan turus akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman akibat akar rusak atau dahan-dahan patah akibat dipaksakan diikatkan pada turus. Seandainya turus terpasang sejak dini maka pertumbuhan akar dan dahan-dahan akan menyesuaikan dengan turus.
Sesuaikan jumlah tenaga kerja dengan prioritas kegiatan.
Jumlah tenaga kerja harus diperhatikan pula karena setiap hari akan turun hujan. Pada saat pemasangan mulsa PHP, misalnya, diperlukan tenaga kerja relatif banyak karena mulsa ini harus cepat terpasang sebelum hujan turun. Kalau pekerjaan tertunda hanya karena hujan maka akibatnya akan fatal, yaitu umur bibit semakin tua sehingga terlambat pindah tanam. Jumlah tenaga kerja yang banyak akan mempercepat proses pengerjaan kegiatan dalam bertanam cabai di musim hujan, tetapi di sisi lain merupakan pemborosan. Seandainya di tengah kerja hujan turun sangat lebat maka pekerjaan pasti terhenti. Akibatnya banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja yang hanya bekerja 50% dari kapasitas bila dibandingkan penggunaan tenaga kerja di musim kemarau.
Sediakan Fungsida dan perekat yang sangat banyak.
Pada musim hujan, penyemprotan pestisida akan lebih mudah tercuci oleh hujan seandainya tidak ditambah dengan perekat-perata pestisida pada saat penyemprotan. Pada musim hujan, serangan jamur (cendawan) penyebab penyakit akan lebih parah bila dibandingkan dengan musim kemarau. Oleh karena itu, persediaan fungisida dan perekat harus lehih banyak dibandingkan pada muslin kemarau.
Kunci sukses bertanam cabai di musim hujan adalah ketekunan dan penguasaan teknik untuk mengantisipasi kegagalan akibat hujan yang turun terus-menerus. Hujan terus-menerus ini dapat menyebabkan kelembapan tinggi di sekitar pertanaman sehingga mengundang hama dan penyakit (terutama yang disebabkan oleh cendawan atau bakteri). Apabila Anda seorang pemula di bidang percabaian, jangan sekali-kali menanam cabai di musim hujan karena hanya akan menghambur-hamburkan biaya dengan hasil yang minimal. Banyak faktor yang harus dicermati dalam penanaman cabai di musim hujan

Bertanam Cabai dengan teknik Mulsa


TEKNIK BUDIDAYA
CABAI HIBRIDA SISTEM MULSA PLASTIK

Dewasa ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP) banyak dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara ekonomis menguntungkan. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi seringkali dapat meningkatkan serangan hama dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Kegiatan pokok teknik budidaya cabai hibrida sistem MPHP meliputi :
Penyiapan Lahan
Dalam budidaya cabai hibrida sistem MPHP, penyiapan lahan harus didahulukan, kemudian disusul dengan penyiapan benih atau pembibitan. Maksudnya agar tanah sebagai media tanam benar-benar telah matang dan layak ditanami. Sebaliknya, bila pembibitan didahulukan, maka penyiapan lahan akan terburu-buru, sehingga tanahnya belum matang benar dan bibit sudat terlanjur tua. Bibit cabai hibrida umumnya siap dipindahtanamkan dari persemaian ke lapangan (kebun) pada umur 17 - 23 hari (berdaun 2 - 4 helai). Bila bibit terlambat dipindahtanamkan (terlanjur tua), pertumbuhan kurang optimal dan produksinya menurun (rendah).
Persyaratan lahan untuk kebun cabai hibrida sistem MPHP adalah :
  • Tempatnya terbuka agar mendapat sinar matahari secara penuh.
  • Lahan bukan bekas pertanaman yang sefamili, seperti kentang, tomat, terung taupun tembakau ; guna menghindari risiko serangan penyakit.
  • Lahan yang paling baik adalah berupa tanah sawah bekas tanaman padi, agar tidak perlu membajak cukup berat.
  • Lahan tegalan (tanah kering) dapat digunakan, asal cukup tersedia air.



IKLIM DAN TANAH

Syarat Iklim
Pada umumnya cabai dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan (dataran tinggi) + 2.000 meter dpl yang membutuhkan iklim tidak terlalu dingin dan tidak terlalu lembab. Temperatur yang baik untuk tanaman cabai adalah 240 - 270C, dan untuk pembentukan buah pada kisaran 160 - 230 C. Setiap varietas cabai hibrida mempunyai daya penyesuaian tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.Cabai hibrida Hot Beauty dan Hero dapat berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi + 1200 m dpl. Sedangkan cabai hibrida Long Chililebih cocok ditanam pada ketinggian antara 800 - 1500 m dpl. Khusus untuk cabai Paprika umumnya hanya cocok ditanam di dataran tinggi. Kisaran temperatur optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman paprika antara 210 - 250C, sedangkan untuk pembentuk-an buah memerlukan temperatur 18,30. Cabai paprika tidak tahan terhadap intensitas cahaya matahari yang tinggi karena dapat menyebabkan buah seperti terbakar (sunburn) dan juga hasil akhir bobot buah akan sangat rendah. Pada kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, tanaman paprika akan mengalami gugur tunas, gugur bunga dan buah muda, serta ukuran buah sangat kecil. Meskipun cabai paprika umumnya cocok ditanam di dataran tinggi, tetapi dapat pula dikembangkan di dataran menengah mulai ketinggian 600 m dpl; yakni dengan cara memanipulasi lingkungan. Alih teknologi budidaya paprika di dataran menengah antara lain menggunakan sungkup beratapkan plastik bening (transparan).


Syarat Tanah
Hampir semua jenis tanah yang cocok untuk budidaya tanaman pertanian, cocok pula bagi tanaman cabai. Untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas hasil yang tinggi, cabai menghendaki tanah yang subur, gembur, kaya akan organik, tidak mudah becek (menggenang), bebas cacing (nematoda) dan penyakit tular tanah. Kisaran pH tanah yang ideal adalah antara 5.5 - 6.8, karena pada pH di bawah 5.5 atau di atas 6.8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (rendah). Pada tanah-tanah yang becek seringkali menyebabkan gugur daun dan juga tanaman cabai mudah terserang penyakit layu. Khusus untuk tanah yang pH-nya di bawah 5.5 (asam) dapat diperbaiki keadaan kimianya dengan cara pengapuran, sehingga pH-nya naik mendekati pH normal.
Beberapa angka pH tanah (reaksi tanah), terdiri atas :
  • Paling masam (< 4.0)
  • Sangat asam (4.0 - 4.5)
  • Asam (4.5 - 5.5)
  • Agak asam (5.5 - 6.5)
  • Netral (6.5 - 7.5)
  • Agak basa (7.5 - 8.5)
  • Basa (8.5 - 9.0)
  • Sangat basa (9.0).
Pada pH tanah asam, ketersediaan unsur-unsur Fosfor, Kalium, Belerang, Kalsium, Magnesium dan Molibdinum menurun dengan cepat. Pada pH tanah basa akan menyebabkan unsur-unsur Nitrogen, Besi, Mangan, Borium, Tembaga dan Seng ketersediaannya relatif menjadi sedikit. Cabai yang ditanam pada tanah asam pada umumnya keracunan unsur Alumunium (Al), Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Sebaliknya pada pH basa, jumlah unsur bikarbonat cukup banyak untuk merintangi penyerapan ion lain, sehingga dapat menghalangi pertumbuhan tanaman secara optimum.

kembali ke atas
PERSIAPAN LAHAN DAN TANAM

Tahapan pengolahan tanah dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :
  • Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman atau perakaran dari pertanaman sebelumnya.
  • Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 - 40 cm, kemudian dikeringkan selama 7 - 14 hari.
  • Tanah yang sudah agak kering segera dibentuk bedengan-bedengan selebar 110 - 120 cm, tinggi 40 - 50 cm, lebar parit 60 - 70 cm, sedangkan panjang bedengan sebaiknya lebih dari 12 meter. Khusus pada tanah yang banyak mengandung air (mudah becek), sebaiknya parit dibuat sedalam 60 - 70 cm.
  • Di sekeliling lahan kebun cabai dibuat parit keliling selebar dan sedalam 70 centimeter.
  • Pada saat 70% bedengan kasar terbentuk, bedengan dipupuk dengan pupuk kandang (kotoran ayam, domba, kambing, sapi ataupun kompos) yang telah matang sebanyak 1,0 - 1,5 kg/tanaman.
  • Pada tanah yang pH-nya masam, bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dilakukan pengapuran sebanyak 100 - 125 gram/tanaman.
  • Pupuk kandang dan kapur pertanian dicampur dengan tanah bedengan secara merata sambil dibalikkan, kemudian dibiarkan diangin - anginkan selama kurang lebih 2 minggu.
Catatan :
Jika populasi cabai hibrida per hektar antara 18.000 - 20.000 tanaman pada jarak tanam 60 x 70 cm, maka diperlukan pupuk kandang 18 - 30 ton, dan kapur pertanian 1,8 - 2,0 ton.
Penyiapan Benih dan Pembibitan
Bersamaan dengan terbentuknya bedengan kasar, dilakukan penyiapan benih dan pembibitan di pesemaian. Untuk lahan (kebun) seluas 1 hektar diperlukan benih +180 gr atau 18 bungkus kemasan masing-masing berisi 10 gram. Benih dapat disemai langsung satu dalam bumbung (koker) yang terbuat dari daun pisang ataupun polybag kecil ukuran 8 x 10 cm, tetapi dapat pula dikecambahkan terlebih dahulu. Sebelum dikecambahkan, benih cabai sebaiknya direndam dulu dalam air dingin ataupun air hangat 550 - 600 selama 15 - 30 menit untuk mempercepat proses perkecambah-an dan mencucihamakan benih tersebut. Bila benih cabai akan disemai langsung dalam polybag, maka sebelumnya polybag harus diisi dengan media campuran tanah halus, pupuk kandang matang halus, ditambah pupuk NPK dihaluskan serta Furadan atau Curater. Sebagai pedoman untuk campuran adalah : tanah halus 2 bagian (2 ember volume 10 liter) + 1 bagian pupuk kandang matang halus (1 ember volume 10 liter) + 80 gr pupuk NPK dihaluskan (digerus) + 75 gr Furadan. Bahan media semai tersebut dicampur merata, lalu dimasukkan ke dalam polybag hingga 90% penuh. Benih cabai hibrida yang telah direndam, disemaikan satu per satu sedalam 1,0 - 1,5 cm, lalu ditutup dengan tanah tipis. Berikutnya semua polybag yang telah diisi benih cabai disimpan di bedengan secara teratur dan segera ditutup dengan karung goni basah selama + 3 hari agar cepat berkecambah. Bila benih dikecambahkan terlebih dahulu, maka sehabis direndam harus segera dimasukkan ke dalam lipatan kain basah (lembab) selama + 3 hari. Setelah benih keluar bakal akar sepanjang 2-3 mm, dapat segera disemaikan ke dalam polybag. Cara ini untuk meyakinkan daya kecambah benih yang siap disemai dalam polybag. Tata cara penyemaian benih ke dalam polybag prinsipnya sama seperti cara di atas hanya perlu alat bantu pinset agar kecambah benih cabai tidak rusak. Penyimpanan polybag berisi semaian cabai dapat ditata dalam rak-rak kayu atau bambu, namun dapat pula diatur rapi di atas bedengan-bedengan selebar 110 - 120 cm. Setelah semaian cabai tersebut diatur rapi, maka harus segera dilindungi dengan sungkup dari bilah bambu beratapkan plastik bening (transparan) ataupun jaring net kassa. Selama bibit di pesemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman 1-2 kali/hari atau tergantung cuaca, dan penyemprotan pupuk daun pada dosis rendah 0,5 gr/liter air saat tanaman muda berumur 10 - 15 hari, serta penyemprotan pestisida pada konsentrasi setengah dari yang dianjurkan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit.
Pemasangan MPHP
Sebelum MPHP dipasang untuk menutupi permukaan bedengan, terlebih dahulu dilakukan pemupukan pupuk buatan secara total sekaligus. Jenis dan dosis pupuk yang biasa digunakan untuk cabai hibrida adalah sebagai berikut :
Untuk praktisnya dapat menghitung pupuk per bedengan. Misalnya panjang bedengan 12 meter, jarak tanam 60 x 70 cm akan berisi 40 tanaman. Jadi, pupuk yang diperlukan sejumlah + 4 kg, yang terdiri atas perbandingan 3 ZA : 1 Urea : 2 TSP : 1,5 Kcl, dengan catatan tiap 100 kg pupuk campuran tadi ditambahkan 1 kg Borate dan 1,5 kg Furadan. Campuran pupuk buatan ini disebar merata sambil diaduk dan dibalikkan dengan tanah bedengan. Kemudian bedengan diratakan kembali sambil dirapihkan, dan setelah itu disiram air secukupnya agar pupuk dapat larut ke lapisan tanah. Pemasangan MPHP sebaiknya memperhatikan cuaca, yakni pada saat terik matahari antara pukul 14.00 - 16.00 agar plastik tersebut memanjang (memuai) dan menutup tanah serapat mungkin. Pemasangan MPHP minimal dilakukan oleh 2 orang. Caranya adalah : tariklah kedua ujung MPHP ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan. Berikutnya tarik pula lembar MPHP ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 - 50 cm. Bedengan yang telah ditutup MPHP dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit cabai yang ditanam.
Penanaman
Waktu tanam yang paling baik adalah pagi atau sore hari, dan bibit cabai telah berumur 17 - 23 hari atau berdaun 2 - 4 helai. Sehari sebelum tanam, bedengan yang telah ditutup MPHP harus dibuatkan lubang tanam dulu. Jarak tanam untuk cabai merah hibrida adalah 60 x 70 cm atau 70 x 70 cm, sedangkan cabai paprika 50 x 70 cm atau 60 x 70 cm. Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi diisi arang. Penggunaan alat ini dengan cara menempelkan ujung bawahnya pada MPHP sesuai dengan jarak tanam yang telah ditetapkan. Dengan cara demikian MPHP akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil berdiameter + 6 - 8 cm. Selain itu, dapat juga menggunakan alat bantu bekas kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong. Cara penggunaan kaleng bekas susu ini adalah : tutupkan pada calon lubang tanam yang telah ditetapkan, kemudian putarlah sambil ditekan alakadarnya, maka akan langsung terbentuk lubang kecil. Cara lain adalah menggunakan pisau silet atau pisau cutter dengan cara dikeratkan langsung pada MPHP berbentuk bulatan kecil. Bibit cabai hibrida yang siap dipindahtanamkan segera disiram dengan air bersih secukupnya. Kemudian bersama dengan polybagnya direndam dalam larutan fungisida sistemik atau bakterisida pada dosis 0,5 - 1,0 gram/liter air selama 15 - 30 menit untuk mencegah penularan hama dan penyakit. Setelah media semainya cukup kering, bibit cabai hibrida dikeluarkan dari polybag secara hati-hati. Caranya : ambil polybag berisi bibit sambil dibalikkan dan pangkal batang bibit cabai dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. Bagian dasar polybag ditepuk-tepuk secara pelan dan hati-hati, maka bibit cabai akan keluar bersama akar dan medianya. Bibit cabai hibrida siap langsung ditanam pada lubang tanam yang tersedia.
Cara penanaman bibit cabai adalah : mula-mula sebagian tanah pada lubang tanam diangkat kira-kira seukuran media polybag; kemudian bibit dimasukkan sambil diurug tanah hingga dekat pangkal batangnya cukup padat. Bibit cabai hibrida yang disemai dalam polybag ini, begitu dipindahtanamkan langsung tumbuh (segar) tanpa mengalami kelayuan (stagnasi). Selesai tanam, segera disiram sampai tanahnya cukup basah.
kembali ke atas

PEMELIHARAAN TANAMAN

Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman meliputi : pemasangan ajir (turus), penyiraman (pengairan), perempelan tunas dan bunga pertama, pemupukan tambahan (susulan), perempelan daun bawah di bawah cabang, pengendalian hama dan penyakit. Khusus untuk cabai paprika yang sifatnya peka terhadap sinar matahari yang terik diperlukan naungan beratap plastik bening (transparan). Pemasangan kerangka naungan ini bisa tunggal per bedengan, atau 2 bedengan bahkan tiap 4 bedengan; tergantung dari kepraktisan maupun ketersediaan bahan.

Tata cara pemasangan sungkup (naungan) untuk cabai paprika (atau cabai hibrida di musim hujan), pada prinsipnya adalah sebagai berikut :
  • Pasang tiang-tiang dari bambu gelondongan setinggi 50 - 80 cm di bagian pinggir bedengan; arahnya memanjang pada jarak tiap 3-4 meter.
  • Pasang bilah bambu yang bentuknya dilengkungkan setengah lingkaran setinggi 160 - 200 cm dari permukaan tanah. Caranya adalah dengan memasukkan ujung bilah bambu ke dalam lubang bambu gelondongan yang letaknya berpasangan.
  • Hubungkan antara kerangka sungkup yang satu dengan yang lainnya dengan bilah bambu yang dipasang memanjang, kemudian ikat dengan tali kawat, hingga akhirnya sungkup (kerangka) naungan siap dipasang atap plastik bening.
  • Pasang atap plastik bening, dan kuatkan dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas oleh terpaan angin.
Kegiatan pemeliharaan tanaman untuk semua jenis atau varietas cabai hibrida umumnya meliputi :
Pemasangan ajir (turus)
Cabai hibirida umumnya berbuah lebat, sehingga untuk menopang pertumbuhan tanaman agar kuat dan kokoh serta tidak rebah perlu dipasang ajir (turus) dari bilah bambu setinggi 125 cm, lebar + 4 cm dan tebalnya + 2 cm. Ajir dipasang (ditancapkan) tegak tiap 3 tanaman cabai 1 ajir secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan. Antara ajir dengan ajir lainnya dihubungkan dengan bilah bambu memanjang (gelagar) tepat pada ketinggian 80 cm dari permukaan tanah. Pemasangan ajir harus sedini mungkin, yakni pada saat tanaman belum berumur 1 bulan setelah pindah tanam. Hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan akar tanaman cabai sewaktu memasang (menancapkan) ajir. Khusus untuk cabai paprika, pemasangan ajir setiap tanaman 1 ajir.
Pengairan (Penyiraman)
Pada fase awal pertumbuhan atau saat tanaman cabai masih menyesuaikan diri terhadap lingkungan kebun (adaptasi), maka penyiraman perlu dilakukan secara rutin tiap hari, terutama di musim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat dan perakarannya dalam, pengairan berikutnya dilakukan dengan cara dileb setiap 3 - 4 hari sekali. Pengeleban ini airnya cukup sampai batas antara tanah bagian bawah dengan ujung MPHP. Setelah tanah bedengan basah, airnya segera dibuang kembali melalui saluran pembuangan. Tanah yang becek atau menggenang akan memudahkan tanaman terserang penyakit layu. Di lahan tertentu yang tidak mungkin melakukan pengairan dengan cara dileb, dapat menggunakan teknik kocoran melalui selang yang dialirkan di antara 4 tanaman. Ujung selang dimasukkan ke dalam lubang MPHP di tengah-tengah bedengan. Tanaman cabai hibrida di bawah 40 hari, memerlukan pengairan yang intensif dan rutin. Sedangkan tanaman yang sudah produktif (berbuah) tidak mutlak memerlukan air banyak. Tetapi yang terpenting adalah menjaga agar tanah tidak kekeringan.
Perempelan
Cabai hibrida umumnya bertunas banyak yang tumbuh dari ketiak-ketiak daun. Tunas ini tidak produktif dan akan mengganggu pertumbuhan secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perempelan (pembuangan) tunas samping.
Perempelan tunas samping dilakukan pada tanaman cabai hibrida yang berumur antara 7 - 20 hari. Semua tunas samping dibuang agar tanaman tumbuh kuat dan kokoh. Saat terbentuk cabang, maka perempelan tunas dihentikan. Biasanya perempelan tunas ini dilakukan 2 - 3 kali. Tanpa perempelan tunas samping, pertumbuhan tanaman cabai akan lambat.
Ketika tanaman cabai mengeluarkan bunga pertama dari sela-sela percabangan pertama, maka bunga ini pun harus dirempel. Tujuan perempelan bunga perdana ini adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas-tunas dan percabangan di atasnya yang lebih banyak dan produktif menghasilkan buah yang lebat. Kelak tanaman cabai hibrida yang sudah berumur 75 - 80 hari biasanya sudah membentuk percabangan yang optimal. Daun-daun tua yang ada di bawah cabang dapat dirempel, terutama daun yang terserang hama dan penyakit. Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi, bahkan seringkali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. Perempelan daun-daun tua ini jangan terlalu awal, sebab pertumbuhan cabang daun belum optimal. Kesalahan perempelan daun tua, justru berakibat fatal, yakni menyebabkan tanaman cabai tumbuh merana dan produksinya menurun.
Pemupukan Tambahan (susulan)
Sekalipun tanaman cabai hibrida sudah dipupuk total pada saat akan memasang MPHP, namun untuk menyuburkan pertumbuhan yang prima dapat diberi pupuk tambahan (susulan). Jenis pupuk yang digunakan pada fase pertumbuhan vegetatif aktif (daun dan tunas) adalah pupuk daun yang kandungan Nitrogennya tinggi, misalnya Multimicro dan Complesal cair. Interval penyemprotan pupuk daun antara 10 - 14 hari sekali, dengan dosis atau konsentrasi yang tertera pada labelnya (kemasan) pupuk daun tersebut. Pada fase pertumbuhan bunga dan buah (generatif), masih perlu pemberian pupuk daun yang mengandung unsur Phospor dan Kaliumnya tinggi, misalnya Complesal merah, Kemira merah ataupun Growmore Kalsium. Untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah, tanaman cabai yang berumur 50 hari dapat dipupuk susulan berupa NPK atau campuran ZA, Urea, TSP, Kcl, (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak + 4 sendok makan. Cara pemberiannya adalah dengan melubangi MPHP diantara 4 tanaman. Kemudian pupuk dimasukkan melalui lubang tersebut sambil diaduk-aduk dengan tanah dan langsung disiram air bersih agar cepat larut dan meresap ke dalam tanah. Pemupukan susulan berikutnya masih diperlukan, terutama bila kondisi pertumbuhan tanaman cabai kurang memuaskan atau karena terserang hama dan penyakit. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah NPK sebanyak 4-5 kg yang dilarutkan dalam 200 liter air (1 drum). Pemberiannya adalah dengan cara dikocorkan pada setiap tanaman sebanyak 300 - 500 cc atau tergantung kebutuhan. Cara pengocoran dapat dilakukandengan alat bantu corong atau selang sepanjang 0,5 - 1,0 m dimasukkan ke dalam lubang MPHP dekat pangkal batang tanaman cabai. Pengocoran pupuk larutan ini dapat dilakukan setiap dua minggu sekali. Varietas cabai hibrida umumnya bisa berbuah cukup lama, sehingga dapat dipanen beberapa kali (12 - 14 kali), terutama pada hibrida Hot Beauty dan Hero. Setiap kali selesai panen perlu dipupuk susulan untuk mempertahankan produktivitas buah. Jenis dan dosis pupuknya adalah berupa NPK atau campuran ZA, Urea, TSP, KCl, (1 : 1 : 1 : 1) sebanyak 2 sendok per tanaman yang diberikan di antara 2 tanaman cabai bagian kiri dan kanan. Pada kondisi pertumbuhan tanaman cabai cukup bagus, pemberian pupuk susulan ini cukup sebulan sekali. Pemupukan Nitrogen pada cabai hibrida dianjurkan 2 macam sumber N, yaitu ZA san Urea. Pupuk ZA selain mengandung unsur Nitrogen, juga kaya akan unsur Belerang (S) yang diperlukan untuk pertumbuhan cabai hibrida secara optimal.


lanjutannya silakan baca di http://kebunwhy.8m.com/cabai.html

Kamis, 28 Juli 2011

Solusi Murah,namun Jitu untuk Mengusir Nyamuk

Tanaman Pengusir Nyamuk

Keberadaan nyamuk sangat mengganggu, bahkan membahayakan, apa lagi sekarang ini penyakit demam berdarah yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti mulai meraja lela. Berbagai upaya pencegahan mulai dilakukan, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sekitar sampai pengasapan.
Mau menggunakan obat pembunuh serangga takut efek samping dari bahan kimia yang dikandungnya, mau menggunakan obat nyamuk bakar mengganggu pernapasan, mau menggunakan obat gosok pengusir nyamuk boros, jadi apa yang bisa kita lakukan?
Salah satunya adalah dengan menanam tumbuhan pengusir nyamuk, sekaligus menyemarakkan ruangan atau taman dengan tanaman hias. Tanaman ini bisa mengusir nyamuk karena bau menyengat yang dikeluarkannya. Bau inilah yang diduga tidak disukai serangga. Namun perlu kita ingat bahwa tanaman-tanaman ini hanya mengusir nyamuk saja, bukan membasminya, sehingga bisa jadi mereka berpindah ke rumah tetangga dan beraksi di sana. Apa sajakah jenis tanaman yang mampu mengusir nyamuk atau serangga lainnya ini?
Zodia
Orang Papua terbiasa menggosok kulitnya dengan dedaunan tertentu sebelum masuk ke hutan. Maksudnya agar terlindung dari serangan serangga, khususnya nyamuk. Daun-daun tersebut berasal dari tanaman yang disebut Zodia (Evodia suaveolens). Kita ketahui, zodia ini adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua. Saat ini tanaman ini sangat mudah diperoleh karena merupakan salah satu jenis tanaman anti nyamuk favorit yang cukup dikenal masyarakat.
Kenapa nyamuk takut pada zodia? Tanaman zodia termasuk dalam keluarga Rutaceae. Ia mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46% dan apinene 13,26%. Nah, karena berbau tajam dan karenanya tidak disukai nyamuk, linalool ini bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk.
Menurut Agus Kardiman (2004), daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70%. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari daun zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganyapun dapat dijadian obat gosok untuk mengobati masuk angin.
Zodia akan mengeluarkan aromanya bila daun-daunnya saling bergesek. Karena itu letakkanlah tanaman ini di sekitar tempat di mana angin masuk dalam ruangan, bisa juga di sudut ruangan tertentu, kemudian tiuplah dengan kipas angin. Aroma yang cukup wangi pun akan menyebar. Namun demikian, kita tetap harus waspada. Kalau tanaman zodia diletakkan di ruangan yang cukup sempit dan sirkulasi udaranya hanya sedikit, bisa-bisa orang yang berada di dalamnya pun akan menjadi pusing atau mabuk.
Biasanyanya tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga kalau langsung ditanam di halaman rumah. Bahkan dengan demikian bisa memberikan kesejukan tersendiri. Tinggi tanaman ini- bila dibiarkan tumbuh bebas di halaman – bisa mencapai 200 cm. Daunnya cantik sekali, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.
Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun bijinya. Ketika sudah berbunga dan berbiji, biji zodia akan jatuh dan tumbuh di sekitarnya. Hanya saja, dalam fase pertumbuhan awalnya membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung terkena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang bersuhu cukup dingin.
Suren
Tumbuhan ini memiliki daun dan kulit kayu yang beraroma tajam yang dapat dimanfaatkan untuk mengusir serangga. Pohonnya berukuran cukup besar, bisa mencapai tinggi 20 meter. Biasanya secara tradisional para petani menggunakan suren untuk menghalau hama serangga tanaman.
<< Bibit suren
.
.
Geranium
Kalau zodia lebih banyak ditanam di dalam pot, maka geranium lazim ditanam outdoor, meskipun cara penggunaannya sama, yakni dengan menggoyang-goyang helaian daun, atau tertiup oleh angin maupun kipas angin, dia akan mengeluar bau wangi yang khas (agak langu). Bau tersebut berasal dari kandungan yang dimiliki geranium, yakni zat yang disebut citronelol dan geraniol yang juga bersifat antiseptik. Nah zat-zat inilah yang mampu mengusir nyamuk karena baunya yang harum menyengat.
Tanaman geranium (Pelargonium citrosa) adalah tanaman perdu yang tumbuh berumpun, banyak mempunyai tunas anakan. Daunnya hijau berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daunnya bergerigi. Batangnya banyak mengandung air. Lazimnya diperbanyak dengan menggunakan stek anakan. geranium dapat dijadikan tanaman hias karena penampilannya yang indah.
Tanaman geranium sekurang-kurangnya memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Citrosa queen of lemon, dan Citrosa lady Diana. Citrosa mosquito fighter dulu-dulunya cukup mudah ditemukan di kawasan sekitar Bandung dan Sukabumi. Tumbuh liar di seputar sawah dan digunakan oleh penduduk kampung. Daunnya diambil lalu diselipkan diantara pakaian di dalam almari. Khasiatnya mampu mengusir nyamuk dan ngengat, juga memberikan aroma yang khas. Sekarang tanaman ini kembali diburu orang, terlebih di zaman di mana pola hidup kembali ke alam semakin populer.
Lavender
Tanaman anti nyamuk jenis ini sering digunakan sebagai bahan baku lotion anti nyamuk. Tanaman yang berbentuk seperti semak atau pohon kecil ini, bunganya yang berwarna ungu dan indah ini mengeluarkan aroma yang sangat harum, inilah yang tidak disukai serangga. Bunga lavender ini juga bisa digosokkan ke tubuh untuk menghindari gigitan nyamuk. Lavender yang bisa ditanam dalam pot ini bisa ditaruh dalam ruang tamu untuk menambah kenyamanan ketika berbincang-bincang di situ, sekaligus untuk menghalau nyamuk dan serangga.
Aroma terapi dengan lavender dilakukan dengan mengambil wadah atau cawan, lalu diisi air panas. Tambahkan minyak lavender 4-5 tetes, lalu biarkan menguap sehingga aromanya menyebar ke seluruh ruangan.
Selasih
Aroma yang dikeluarkan daun selasih ini cukup tajam, bila terlalu lama diletakkan dalam sebuah ruangan, akan menghasilkan bau yang cukup pekat sehingga serangga, termasuk nyamuk enggan mendekat. Bijih selasih biasa dicampurkan dalam minuman karena rasanya menyegarkan diyakini berkhasiat meredakan panas dalam.

.
Serai Wangi
Tanaman serai wangi (Cymbopogon nardus) tumbuh berumpun dengan tinggi sekitar 50-100 cm. Daun tunggal berjumbai, panjang sampai 1 meter, lebar 1.5 cm, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar. Batang tidak berkayu, berusuk-rusuk pendek, dan berwarna putih. Akarnya serabut.
cara memperbanyak dilakukan dengan pemisahan stek anakan. Stek diperoleh dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar namun tidak beruas. Potong sebagian daun stek atau kurangi hingga 3-5 cm dari pelepah daun. Sebagian akar juga dikurangi dan ditinggalkan sekitar 2.5 cm di bawah leher akar. Setelah itu, ditanam di halaman rumah. Aromanya yang sangat wangi akan menyebabkan nyamuk menyingkir.
*Sumber: Tabloid NOVA dan Harian Kompas.